Panther sejatinya tidak sendirian melawan Kijang (serta Innova). Dalam kurun waktu singkat, antara 1999 dan 2005, pernah ada satu MPV keluarga lain yang pernah mewarnai pasar otomotif Tanah Air. Namanya Mitsubishi Kuda dan, meskipun kualitasnya tidak buruk, mobil ini pada akhirnya gagal mendongkel dominasi Kijang di mesin bensin serta Panther di mesin diesel.
Bicara soal MPV saat ini, Mitsubishi punya model yang cukup bisa diandalkan, yakni Xpander dan Xpander Cross. Menurut data terbaru GAIKINDO yang dirilis September 2026, Xpander dan Xpander Cross mampu menduduki posisi ke-14 daftar model terlaris di Indonesia sepanjang Agustus. Tidak spesial, memang, tetapi tidak bisa dibilang buruk, mengingat makin sengitnya persaingan seiring kehadiran mobil-mobil elektrik Tiongkok.
Namun, perjalanan Mitsubishi menemukan formula MPV keluarga yang tepat di Indonesia tidaklah mudah. Malah, bisa dibilang, pabrikan satu ini lebih kerap apes. Grandis, Maven, dan Delica, semuanya gagal merebut hati masyarakat Indonesia. Begitu pula sebenarnya dengan Kuda. Mobil ini disetop produksinya pada 2005, setahun setelah Innova resmi menggantikan Kijang Kapsul, lantaran penjualannya seret.
Namun, Kuda punya posisi spesial dalam perjalanan sejarah Mitsubishi di Indonesia. Pasalnya, ia merupakan MPV pertama yang dirilis pabrikan berlogo tiga berlian tersebut. Ya, sebelum itu memang sudah ada Mitsubishi Colt T120 dan L300 yang kerap pula "disulap" menjadi minivan. Akan tetapi, pakem utama T120 dan L300 adalah mobil pikap yang fungsi utamanya adalah pengangkut barang. Sementara itu, Kuda adalah MVP sejati yang memang dirancang untuk menjadi pesaing di segmen tersebut.
Kuda merupakan buah kolaborasi antara Mitsubishi Motors dan China Motor Corporation, yang sejak awal memang dirancang untuk pasar Asia. Di Taiwan, mobil ini dijual dengan nama Mitsubishi Freeca, di Vietnam disebut Mitsubishi Jolie, dan di Filipina dikenal sebagai Mitsubishi Adventure. Sementara di Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) memperkenalkannya dengan nama Kuda pada Maret 1999, setelah sempat tertunda akibat krisis moneter 1998.
Peluncuran Kuda tak bisa dipisahkan dari menggiurkannya pasar MPV di Indonesia pada akhir 1990-an. Melihat adanya peluang di segmen itu, Mitsubishi menghadirkan Kuda dengan dua pilihan mesin di generasi pertamanya: mesin bensin 1.600 cc berkode 4G18 yang masih menggunakan karburator, serta mesin diesel 2.500 cc berkode 4D56. Masing-masing tersedia dalam tiga varian, yakni GLX, GLS, dan Super Exceed.
Dari sisi desain, generasi pertama Kuda tampil cukup gagah dengan lampu depan kotak bergaya gelap yang sekilas mengingatkan pada tampang Pajero. Namun, ada perbedaan subtil antara versi bensin dan diesel. Sasis Kuda versi bensin lebih pendek dan atapnya rata. Sementara, Kuda diesel punya sasis lebih panjang dan atapnya sedikit ditinggikan untuk optimalisasi ruang kabin.
Soal mesin, khususnya untuk versi diesel, yang dipakai oleh Kuda adalah mesin yang sama dengan milik L300 zaman itu. Meski begitu, ada sedikit upgrade sehingga mesin itu mampu menghasilkan 75 hp pada 4.200 rpm dengan torsi puncak 143 N⋅m pada 2.500 rpm. Mesin ini juga punya satu poin plus lagi. Karena basisnya sama dengan milik L300, spare part-nya jadi sangat mudah ditemukan.